Cegah Karhutla di Mentaya Hulu, Sinar Mas Perkuat Patroli dan Deteksi Dini Berbasis Teknologi
SAMPIT — Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, diperkuat melalui patroli bersama, pemanfaatan teknologi deteksi dini, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan sarana pemadaman.
Sinar Mas Agribusiness and Food melalui PT Agrokarya Primalestari melakukan sejumlah langkah pencegahan di wilayah operasionalnya. Upaya tersebut meliputi pemantauan potensi kebakaran, patroli rutin, pemeriksaan sarana dan prasarana, serta edukasi kepada karyawan dan masyarakat.
Sejumlah fasilitas pengendalian karhutla diperiksa secara berkala untuk memastikan kesiapan saat terjadi keadaan darurat. Fasilitas tersebut antara lain menara pantau api, embung, sumber air, dan peralatan pendukung pemadaman.
Pemantauan juga memanfaatkan drone dan kamera pengawas atau CCTV karhutla. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu tim memantau kondisi wilayah dan mengidentifikasi indikasi titik panas lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
Upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Patroli bersama tidak hanya digunakan untuk memantau wilayah rawan kebakaran, tetapi juga mengecek kesiapan fasilitas serta memperkuat koordinasi antarpihak.
Camat Mentaya Hulu H.M. Edison, S.Kep.Ners. mengapresiasi sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya mencegah karhutla. 
“Kami siap mendukung dan terus bersinergi dalam upaya pencegahan karhutla di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu. Kami juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Edison, Senin, 31 Agustus 2026.
Edison juga meminta perusahaan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar di dalam wilayah konsesinya.
“Perusahaan juga jangan ragu untuk melarang pemilik lahan di dalam konsesinya membuka lahan dengan cara membakar. Jika tetap mengabaikan ketentuan tersebut, akan dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Regional Controller Sinar Mas Agribusiness and Food area Kalimantan Tengah, Gordon Sitorus, mengatakan pencegahan menjadi prioritas dalam menghadapi potensi karhutla. 
“Pencegahan karhutla adalah prioritas bersama. Kami tidak ingin menunggu hingga terjadi kebakaran baru melakukan penanganan. Karena itu, deteksi dini, patroli rutin, kesiapan sarana dan prasarana, serta edukasi kepada karyawan dan masyarakat terus kami lakukan,” ujar Gordon.
Menurut Gordon, penggunaan drone dan CCTV menjadi bagian dari sistem deteksi dini di wilayah operasional perkebunan Sinar Mas di Kalimantan Tengah. Teknologi tersebut membantu pemantauan wilayah secara lebih cepat dan memberikan informasi awal mengenai indikasi titik panas yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain pemantauan, penguatan kesiapsiagaan juga dilakukan melalui kegiatan yang digelar pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 75 peserta yang berasal dari unsur perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kegiatan itu, Tim Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (KTD) Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Tengah memaparkan kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanganan karhutla.
Peserta juga mengikuti simulasi penanganan kebakaran. Simulasi tersebut dilakukan untuk menguji kesiapan personel sekaligus melihat efektivitas koordinasi antaranggota tim ketika menghadapi kondisi darurat.
Masyarakat Peduli Api (MPA) dari Desa Pemantang dan Desa Tanjung Jariangau turut mengikuti simulasi. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat koordinasi dalam pencegahan maupun penanganan karhutla di tingkat lapangan.
Dengan menggabungkan deteksi dini berbasis teknologi, patroli, kesiapan personel dan peralatan, serta keterlibatan masyarakat, upaya pencegahan karhutla di Mentaya Hulu diarahkan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.


Tinggalkan Balasan